Benar Salah dan Kesyahidan

Gimana ga merindingngeliatnya??? Mereka meninggal benar benar senyum bray… Siapa toh mereka?Mereka adalah pendukung morsi, Presiden sah yang digulingkan militer mesir danakhirnya meninggal ditembak
Paragraf di atas adalah caption sebuah gambar yang aku lihatdi jejaring sosial path. Entah siapa yang pertama kali mengunggah dan akhirnyadi reshare oleh banyak orang. Di dalam gambar tersebut terdapat foto 3 jenazahyang raut mukanya tersenyum. Satu di antaranya terlihat jelas ada lubang bekaspeluru di dahinya. liat fotonya disini (http://2.bp.blogspot.com/-34ztsLWGpNE/Uf3nQLzbA1I/AAAAAAAAAOY/-S75Vn9U0dg/s1600/Screenshot_2013-08-04-12-08-18.png)
Apa tersenyumnya mereka itu benar karena mereka mati dalamkeadaan syahid? Kalo memang orang yang mati syahid itu terdapat tanda ketikakematian menjemputnya, pantes saja Umar pernah kecewa ketika melihat saudaraiparnya Utsman bin Mazhun meninggal tidak dalam keadaan berperang.

Utsman Bin Mazhun termasuk sahabat yang pertama masuk islamdan merupakan orang yang sangat saleh. Setelah hijrah ke madinah beliau menjadiseorang rabi (Ahli Ibadah) yang beribadah siang dan malam kepada Allah, bahkania sampai ditegur oleh Rasulullah karena sampai meninggalkan istrinya.

Melihat kesalehan Utsman bin Mazhun, umar sangat sedihketika tau Utsman meninggal bukan karena perang, tapi karena sakit. Walaupunsudah dihibur oleh Rasulullah bahwa Utsman tetap akan masuk surga, Umar tetapbersedih. Sampai akhirnya Umar melihat sendiri Rasulullah juga meninggal bukandalam keadaan berperang.

Kembali ke gambar tadi, aku jadi teringat beberapa tahunlalu ketika Imam Samodra, tersangka kasus bom bali dieksekusi mati, beredarfoto jenazahnya dan juga dalam keadaan tersenyum. Apakah ia syahid juga?Padahal dia sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan pemerintah Indonesia.Yang menurut sebagian masyarakat, pemerintah Indonesia  bisa juga disebut Ulil Amri,  😀

Lalu bagaimana-kah definisi syahid itu sendiri? Ketika dalampeperangan misalnya, ada kedua kubu yang berselisih, pastinya kan semua kubumenganggap mereka berjuang untuk sesuatu yang mereka yakini kebenarannya, kan?Bukankah setiap perselisihan di muka bumi ini, sekecil apapun itu berakar dariperbedaan pandangan terhadap nilai kebenaran yang kedua belah pihak berjuanguntuk kebenarannya masing masing?

Aku tidak mengamati politik mesir, tapi kasusnya akan sama,dan semua peperanganpun sama, membela yang mereka yakini benar. Termasuk perangsalib-pun, baik pasukan Islam maupun Kristen sama sama berjuang untuk agamayang mereka yakini, kan?

Nah, ketika kedua belah pihak yang bertikai sama sama Islam,dan terjadi peperangan, pasukan manakah yang akan menjadi syahid? Mungkin terlaluberani bagi seorang manusia yang notabenenya makhluk-Nya mengklaim seorang yanglain itu tidak mati syahid ataupun mati syahid. Bukankah persoalan benar atausalah itu urusan yang di atas? Karena setiap pembenaran punya alasan, danalasan itu ada untuk dibuat, dan setiap manusia itu bisa membuat sebuah alasan?

Termasuk tulisan ini yang banyak mengandung unsur  #kayanya dan belum tentu betul-betul benar,kan?Mas Nino, Agustus 2013

@arnodya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s